
Kedungmundu – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Ar Razy Bidang Kader Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menyelenggarakan Darul Arqom Dasar (DAD). Kegiatan dibuka di Gedung Nursing Research Center (NRC) Unimus dengan tema “Membangun Ruang Tumbuh Yang Inklusif Melalui Kebersamaan Dan Penguatan Ideologi Kader” pada (28/08).
Pada sesi pembukaaan kegiatan tamu undangan yang hadir Wakil Dekan I Fakultas Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Unimus Dr. M. Fatkhul Mubin, M.Kep., sp.Kep.J, Ketua Umum PC IMM Kota Semarang, IMMawan Muhammad Haikal Nabil, S.Sos., Perwakilan Pengurus Koordinator Komisariat IMM Unimus, serta jajaran Instruktur IMM Kota Semarang yang bertugas mengawal proses perkaderan hingga usai.
Ketua Panitia Kegiatan DAD Ar Razy, IMMawati Talitha Indri Sonia, pada sesi pembukaan pelatihan menyampaikan ungkapan terimakasih kepada seluruh panitia yang telah memberikan kontribusi bersama untuk terselenggaranya kegiatan DAD.
“Saya ucapkan selamat dan semangat untuk 3 hari kedepan kepada kader muda Ar Razy selaku peserta pelatihan karena telah melalui beberapa tahap pra pelatihan dan telah mampu melewati sesi skrining oleh Instruktur dengan hasil yang baik,” pungkasnya.
Wakil Dekan I Fikkes Unimus Dr. M. Fatkhul Mubin, M.Kep., sp.Kep.J membuka DAD dengan pesan hangat. Dalam kesempatan ini, Beliau menyampaikan pentingnya alur proses tiap jenjang perkaderan dan harapan kepada kader muda IMM Ar Razy untuk tetap memegang teguh dakwah sebagai kader Persyarikatan.
Lebih lanjut, Fatkhul Mubin menyampaikan tentang bagaimana diaspora Muhammadiyah sebagai gerakan islam dalam berdakwah kepada masyarakat serta perlunya optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk berdakwah sebagai bentuk syiar kebaikan.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan kader muda dalam melanjutkan estafet kepemimpinan komisariat melalui mengusahakan terwujudnya lingkungan bagi kader yang nyaman, terbuka dan saling mendukung, yang diharapkan tercapainya outcome Pimpinan yaitu, setiap kader memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang dan bertumbuh bersama melalui ikatan kebersamaan yang menjalin kekuatan militansi dan solidaritas kader terhadap organisasi. Di lain sisi, kader muda Persyarikatan diarahkan untuk menguatankan ideologi gerakan sebagai landasan agar tidak cukup pada aktif saat berkegiatan, namun dapat memahami nilai, arah dan tujuan gerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang selaras dengan tema pelatihan.
“Proses kaderisasi di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berjalan secara berjenjang mulai dari jenjang Dasar sampai Pelatihan tingkat paripurna, serta didukung oleh berbagai perkaderan pendukung lain,” ujar Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Kota Semarang, IMMawan Muhammad Haikal Nabil, S.Sos.
Selanjutnya ia juga menyebut bahwa peserta sebagai mahasiswa kesehatan tentu sudah seyogyanya keilmuannya dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan berharap pasca mengikuti pelatihan DAD peserta lebih mengenal seluk-beluk Persyarikatan dan IMM serta mampu mengimplementasikan Trilogi dan Tri Dasar IMM dalam membawa amanah organisasi.
Rangkaian pelaksanaan program dilengkapi dengan peserta mendapatkan pendalaman materi komunikasi profetik sebagai pendukung yang bertujuan kader muda mampu membangun kekompakan di lingkungan organisasi kesehatan. (Bidang RPK Ar Razy)