
Kota Semarang – Bidang Seni Budaya dan Olahraga (SBO) menggelar WorkShop diskusi budaya bertajuk “Mengenal, Mencintai dan Melestarikan Budaya Lokal” di Gedung Laboratorium Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Kota Semarang (04/ 7). Diskusi budaya ini menjadi langkah awal upaya Bidang SBO memperkuat perilaku lestari budaya lokal di lingkungan Komisariat IMM di Universitas Muhammadiyah Semarang melalui temu diskusi budaya yang bertahap.
Berjalannya era disrupsi yang tentunya menjadi tantangan dan peluang utama eksistensi kearifan lokal, terutama anak muda lebih tertarik menyorot budaya luar dan perilaku yang dibentuk media sosial pada saat ini. Kegiatan tersebut diikuti kader muda hingga jajaran pimpinan Komisariat PK IMM Ar Razy dan Delegasi kader dari komisariat IMM di UNIMUS.
Dalam rangkaian pembukaan penyelenggaraan workshop ini, Ketua Umum Komisariat IMMawati Faradissa Zahro Syahputri menyampaikan, pentingnya mahasiswa saat ini untuk lebih mengenali sebagai bentuk wujud dari cinta budaya lokal dan berujung pada terwujudnya kader IMM yang turut menjadi pelopor dalam melestarikan budaya.
Ia juga menegaskan bahwa, kegiatan ini hadir sebagai wadah pembelajaran, sarana edukasi, serta ruang apresiasi yang sangat tepat bagi kader internal kita untuk menumbuhkan kembali semangat kepedulian terhadap kekayaan budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Ketua Bidang Seni Budaya dan Olahraga IMM Ar Razy, Muizzudin, menegaskan dengan pelaksanaan kegiatan ini untuk menumbuhkan pengetahuan budaya lokal dan tumbuhnya kesadaran di tengah derasnya perubahan di era modern saat ini oleh generasi muda yang lebih meminati budaya dari luar.
Selama pelaksanaan, peserta memperoleh materi yang disampaikan oleh IMMawan Ridwan Maulana Syafi’i,S.Pd Sekretaris Bidang Seni Budaya dan Pariwisata DPD IMM Jawa Tengah 2026 memaparkan keterkaitan antara Islam, Budaya dan Muhammadiyah.
Rangkaian materi tersebut yang juga disambung dengan diskusi peserta saling mencurahkan pendapat, tersusun secara komprehensif agar peserta selain memahami konsep pentingnya sikap melestarikan budaya, tapi juga mampu mewujudkan menjadi pelopor mengenalkan budaya lokal, serta menjadi generasi muda penerus yang memegang kokoh budaya lokalnya yang berorientasi pada kebermanfaatan.
Melalui penyelenggaraan WorkShop Budaya ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya ekosistem pembelajaran budaya yang berkelanjutan, sekaligus mencetak kader yang selain kompeten dalam mengelola organisasi, tetapi juga mampu menjadi tangan penyambung budaya lokal, mampu menginspirasi. Selaras dengan semangat dengan Bidang Seni Budaya dan Olahraga, kegiatan tersebut diwujudkan melalui ikhtiar untuk terus “Berbudaya Tapi Tetap berlogika.” (Ahmd,Erik)
#WorkShop #IMMArRazy #Budaya
