Berita Acara InkubaTalk
SEMARANG – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ar-Razy Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang mengembangkan potensi kader muda dengan pelatihan pengoptimalan public speaking skill sebagai salah satu program kerja yang dinaungi Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) IMM Ar-Razy.
Sebagai usaha meningkatkan potensi public speaking kader muda IMM Ar-Razy, pelatihan ini mengambil tajuk “Optimalisasi Public Speaking dalam Mewujudkan peran Mahasiswa sebagai Agent of Change” yang dilaksanakan di Gedung Nursing Research Center (NRC) pada Sabtu (25/4).
Ketua Umum IMM Ar-razy, Faradisa Zahro Syahputri, Menyampaikan pentingnya Mahasiswa terutama kader Ar-Razy sebagai calon tenaga kesehatan untuk menekuni public speaking skill agar ber outcome mampu menyampaikan informasi saat edukasi kesehatan kepada Masyarakat dengan lugas dan tepat.
Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis Pimpinan IMM Ar-razy untuk Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam satu tahun periode kepemimpinan kedepan, agar kader muda tumbuh motivasi untuk senantiasa mempunyai rasa ingin tahu dengan membaca banyak referensi ketika hendak menyampaikan ide dan gagasan yang dimiliki kepada yang lain.
Pelatihan Public Speaking Skill yang dilaksanakan sabtu kemarin, disampaikan oleh Salmah, S.Pd Presiden Mahasiswa kampus 2024-2025 dan Alumni Universitas Muhammadiyah Semarang, menekankan keilmuan ini sebagai upaya memahami sudut pandang yang dipunyai orang lain, serta mengoptimalkan opening dan closing pada saat menyampaikan informasi kepada audien.
Selain pemberian informasi materi Speak with Impact, Peserta kegiatan kader muda Ar-Razy juga dilibatkan pada praktek langsung dengan membentuk dua kelompok yang dibagi dengan sudut pro dan kontra dalam mencari solusi penyelesaian masalah di masyarakat yang saat ini sedang tren menjadi perbincangan khalayak umum juga di media sosial.
Salmah, S.Pd juga menyoroti bahasan jam terbang public speaking sangat menentukan kualitas public speaking skill yang dimiliki, serta perlu senantiasa mengembangkan kompetensi yang dimiliki peserta kegiatan dengan berani mencoba menyampaikan ide ataupun gagasan kepada orang lain.
